Mental Health Essay

Hari Sabtu, 10 Oktober 2020 telah diperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang telah diadakan sejak tahun 1992. Untuk memperingati hari tersebut saya akan memaparkan terkait beberapa pendapat dan pemikiran saya pada essay kali ini. Essay ini ditulis dalam rangka memenuhi tugas ospek saya. Jika tertarik mari disimak!


Kesehatan mental penting di setiap tahap kehidupan, dari masa kanak-kanak dan remaja hingga dewasa. Mungkin untuk kita di masa kecil butuh adanya bimbingan dan contoh perilaku dari lingkungan sekitar terutama orang tua. Bagaimana cara orang tua bersikap tidak hanya kepada kita tetapi juga banyak orang, bagaimana orang tua memberi wejanga-wejangan dengan cara yang tepat tentunya, dan banyak hal lainnya yang tanpa sadar banyak berpengaruh pada diri kita, jalan pikiran, sifat dan perilaku kita.

Ketika beranjak remaja, muncul rasa baru terkait banyak hal, seperti rasa ingin tahu, rasa cinta/asmara, juga rasa percaya diri, rendah diri, menentang, memberontak, dll. Hal itu sedikit banyak berasal dari kesehatan mental kita dalam berpikir. Kenapa? Menurut saya apabila kita sudah punya pegangan dan arah hidup pola pikir yang baik maka mental dan hati pun bisa dikontrol. Agama dan moral banyak juga berpengaruh pada kesehatan mental. Semakin ia dekat dengan Tuhan, semakin ia mengetahui untuk apa dia diciptakan di dunia, semakin pula ia punya keyakinan akan tujuan yang harus dicapai bukan ?

Sebagai mahasiswa saya akan mencoba menjabarkan kesehatan mental bagi para pelajar di bangku kuliah. Menurut Gareth Hughes, dosen dan psikoterapis di University of Derby mengatakan seorang remaja akan mengalamani efek dari penyakit mental ketika  ia masuk di bangku kuliah. Ia berpendapat mahasiswa yang sakit secara mental meningkatkan secara signifikan dan mayoritas dari mereka dikarenakan depresi dan kecemasan.

Nah dari sini memungkinkan masalah yang dialami mahasiswa berasal dari jam kelas yang panjang, terlalu banyak materi, kegiatan organisasi yang padat, dan kompetisi yang kuat. Mahasiswa yang tahu cara merawat diri akan dapat mengikuti proses kuliah dengan lebih baik sehingga dapat membawa hasil pendidikan mereka ke tengah masyarakat. Lalu bagaimana dengan siswa yang mangalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan dan jam yang padat tersebut?

Caranya menurut saya ada dua hal, yakni dari pihak eksternal dan pihak internal. Siapakah pihak eksternal itu? Misalnya melalui keluarga, jika pihak keluarga yang bersangkutan peka terhadap anak mereka, mereka akan senantiasa berusaha sebisa mungkin untuk mendukung anaknya tersebut lewat banyak hal. Kemudian dari pihak universitasnya sendiri, perlu adanya upaya ataupun tindakan seperti mengurangi jumlah kelas atau sks dan menyediakan sarana konseling khusus untuk mahasiswa. Untuk pihak internal yang saya maksud ya diri kita sendiri. Gimana sih caranya mengeluarkan segala kepenatan yang bisa berujung pada kesehatan mental. Bagi saya yang bisa menemukan jawabannya ialah diri kita sendiri. Ada yang mengatasinya dengan memperluas relasi seperti ikut organisasi ataupun komunitas, ada yang rutin setiap pekan atau bulannya dengan hang-out bersama teman juga keluarga, ada yang dengan mendalami agama, dan banyak hal lagi.

Jadi teman-teman cari dan temukan cara kalian sendiri, temukan kebahagiaan kalian. Dan jangan lupa untuk terus tersenyum dan bahagia. Semoga bermanfaat. Terimakasih!!


sumber kutipan :

https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/11/09554991/kesehatan-mental-mahasiswa-jadi-isu-utama-global-lalu-apa-solusinya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[] Motivation Letter []